Warta Blitar

Berbagi Informasi Terpercaya

Keuntungan Belajar Bahasa Asing Langsung dari Native Teacher

Belajar bahasa asing

Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/little-girl-doing-speech-therapy-clinic_18775253.htm

Ngomongin soal membesarkan anak di era globalisasi seperti sekarang ini, rasanya hampir semua orang tua punya satu cita-cita yang seragam: pengen banget anaknya jago bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sejak kecil. Pasti ada rasa bangga tersendiri ya, kalau melihat si kecil yang masih cadel tapi sudah pintar bernyanyi lagu Cocomelon atau berani menyapa orang asing saat sedang jalan-jalan di mal. Keinginan agar anak tumbuh menjadi individu bilingual atau multilingual ini sangatlah valid dan masuk akal, mengingat persaingan masa depan mereka nanti tidak lagi sebatas di tingkat lokal, melainkan sudah menembus batas negara. Banyak orang tua akhirnya berlomba-lomba mencarikan kursus bahasa asing atau memilih sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Namun, untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal dan natural, siapa yang mengajarkan bahasa tersebut ternyata memegang peranan yang sangat krusial. Buat Anda yang tinggal di area timur Jakarta dan sedang mencari fondasi pendidikan terbaik untuk masa depan si kecil, memilih preschool jakarta timur yang memfasilitasi tenaga pengajar penutur asli atau native teacher adalah sebuah keputusan investasi pendidikan yang sangat cerdas dan tepat sasaran.

Kenapa sih usia prasekolah ini sering banget disebut-sebut sebagai waktu yang paling ideal untuk mengenalkan bahasa kedua? Otak anak usia dini itu ibarat spons kering berdaya serap tinggi yang langsung menyedot tumpahan air informasi apa pun di sekitarnya tanpa sisa. Pada rentang usia nol hingga lima tahun, miliaran koneksi saraf di otak anak sedang terbentuk dengan kecepatan yang tidak akan pernah bisa diulangi lagi di fase kehidupan mana pun. Saat mereka terekspos dengan bahasa baru di masa golden age ini, mereka tidak belajar bahasa layaknya orang dewasa yang harus menghafal rumus grammar dan pusing memikirkan tenses. Mereka menyerap bahasa secara organik melalui pendengaran dan observasi sehari-hari. Oleh karena itu, kualitas input suara, pelafalan, dan kosakata yang mereka dengar setiap hari akan langsung terekam permanen di alam bawah sadar mereka. Jika input yang diberikan sejak awal sudah sangat akurat dan natural, maka output atau cara mereka berbicara nantinya juga akan terdengar sama fasihnya.

Untuk memperkuat fakta ini, mari kita intip sedikit data dari dunia neurosains. Salah satu peneliti bahasa anak paling terkemuka di dunia, Dr. Patricia Kuhl dari Institute for Learning & Brain Sciences di University of Washington, pernah melakukan riset panjang mengenai kemampuan bayi dan balita dalam menyerap bahasa. Riset tersebut membuktikan bahwa anak-anak di usia dini memiliki kemampuan luar biasa yang disebut sebagai phonetic discrimination atau kemampuan membedakan seluruh bunyi fonetik dari berbagai bahasa di dunia. Kemampuan super ini perlahan-lahan akan menurun secara drastis setelah anak melewati usia tujuh tahun. Artinya, masa prasekolah adalah jendela kesempatan (window of opportunity) yang sangat sempit dan berharga. Jika di masa kritis ini anak langsung diajarkan oleh native teacher yang melafalkan kata demi kata dengan aksen yang sempurna, otot-otot mulut dan pita suara anak akan secara otomatis meniru dan membentuk memori otot (muscle memory) yang akurat.

Keuntungan paling pertama dan paling jelas dari kehadiran native teacher adalah soal pelafalan (pronunciation) dan intonasi. Harus kita akui dengan jujur, seberapa keras pun kita atau guru lokal belajar bahasa Inggris, aksen bahasa ibu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah) sering kali masih menempel dan cukup sulit untuk dihilangkan seratus persen. Hal ini sangat wajar karena lidah kita sudah kaku. Masalahnya, jika anak usia dini terus-menerus mendengar pelafalan bahasa Inggris dengan logat lokal yang kental atau pelafalan yang keliru, mereka akan menganggap itulah cara pengucapan yang benar. Memperbaiki pelafalan yang sudah telanjur salah kaprah di usia remaja itu susahnya minta ampun, lho. Namun, dengan pendampingan langsung dari guru penutur asli, anak Anda akan terbiasa mendengar ritme, penekanan suku kata (stress), dan ayunan nada bicara (intonation) yang sesungguhnya. Mereka akan tahu persis bagaimana mengucapkan huruf “R” atau “Th” dalam bahasa Inggris dengan lentur tanpa terdengar kaku atau dipaksakan.

Keuntungan kedua yang nggak kalah penting adalah paparan terhadap bahasa Inggris yang natural, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Coba ingat-ingat lagi buku pelajaran bahasa Inggris kita zaman sekolah dulu. Semuanya serba kaku dan seperti bahasa robot. Kalau ditanya “How are you?”, jawabannya pasti otomatis “I am fine, thank you. And you?”. Padahal, dalam percakapan dunia nyata di negara berbahasa Inggris, jarang sekali orang berbicara seformal itu. Native teacher akan membawa masuk gaya bahasa sehari-hari (daily expressions), idiom, dan kosakata kasual yang benar-benar digunakan oleh penutur asli di negara asalnya. Mereka mengajarkan anak untuk merespons dengan kalimat yang jauh lebih luwes seperti “I’m doing great!” atau “I’m a bit tired today.” Paparan terhadap percakapan organik inilah yang nantinya akan membuat anak Anda terdengar seperti warga lokal saat mereka harus berkomunikasi dengan orang asing, bukan seperti mesin penerjemah otomatis yang membaca dari buku cetak.

Selanjutnya, mari kita bahas soal kepercayaan diri (confidence). Salah satu penyakit terbesar orang dewasa di Indonesia saat harus berbicara bahasa Inggris adalah rasa malu, takut salah grammar, dan takut ditertawakan. Ketakutan ini biasanya muncul karena sistem belajar kita di masa lalu yang terlalu fokus pada koreksi kesalahan tata bahasa di atas kertas ujian. Nah, metode pengajaran native teacher di jenjang prasekolah itu sangat jauh dari pendekatan korektif yang menakutkan tersebut. Guru penutur asli biasanya tidak akan memotong pembicaraan anak hanya untuk memarahi mereka karena salah menggunakan verb (kata kerja). Mereka lebih mengutamakan keberanian anak untuk mau membuka mulut, berekspresi, dan menyampaikan pesannya agar bisa dipahami. Selain itu, karena native teacher umumnya tidak bisa atau pura-pura tidak mengerti bahasa Indonesia, anak akan “dipaksa” secara halus untuk berusaha keras menggunakan kosakata bahasa Inggris apa pun yang mereka tahu untuk berkomunikasi dengan gurunya. Proses survival kecil-kecilan di dalam kelas inilah yang akan meruntuhkan tembok rasa malu dan menumbuhkan rasa percaya diri yang luar biasa besar di dalam diri si anak.

Di balik urusan teknis linguistik seperti pelafalan dan kosakata, ada keuntungan keempat yang nilainya jauh lebih besar untuk pembentukan karakter anak, yaitu pertukaran budaya (cultural exchange). Bahasa dan budaya adalah dua sisi mata uang yang tidak akan pernah bisa dipisahkan. Mempelajari bahasa Inggris secara utuh berarti juga mempelajari bagaimana cara orang-orang di baliknya berpikir dan bersikap. Native teacher secara otomatis akan membawa sepotong budaya dari negara asalnya masuk ke dalam ruang kelas. Mereka mungkin akan menceritakan dongeng pengantar tidur khas dari negaranya, memperkenalkan lagu-lagu tradisional masa kecil mereka, atau mengajarkan etika dan tata krama yang berlaku secara internasional (seperti budaya antre yang sangat ketat, atau kebiasaan mengucapkan please dan thank you di setiap kesempatan). Sentuhan multikultural sejak dini ini sangat ampuh untuk membuka wawasan anak. Mereka perlahan-lahan menyadari bahwa dunia ini sangat luas, berisi manusia dengan warna kulit, bentuk rambut, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Pemahaman ini adalah fondasi paling dasar untuk mencetak generasi global citizen yang memiliki tingkat toleransi tinggi dan tidak mudah kagetan saat melihat perbedaan.

Tentu saja, semua keuntungan fantastis ini menuntut adanya ekosistem sekolah yang sangat mendukung. Native teacher tidak bisa bekerja sendirian tanpa adanya fasilitas dan kurikulum yang sejalan. Dalam lingkungan prasekolah bertaraf internasional yang ideal, native teacher biasanya akan dipasangkan dengan guru lokal ( co-teacher) di dalam satu kelas. Kolaborasi dua budaya ini justru menciptakan dinamika pengajaran yang paling sempurna. Guru lokal akan membantu memberikan rasa aman dan kenyamanan psikologis ( emotional attachment) bagi anak-anak yang mungkin masih mengalami culture shock atau kebingungan di minggu-minggu pertama sekolah, sementara native teacher mengambil alih peran sebagai role model utama untuk urusan bahasa dan interaksi global. Perpaduan ini memastikan anak tetap merasa dipeluk hangat oleh budaya ketimuran asalnya, sambil diajak berlari menjelajahi luasnya pengetahuan dunia Barat.

Pada akhirnya, keputusan untuk memfasilitasi anak belajar bahasa asing secara mendalam sejak usia prasekolah adalah salah satu bentuk parenting masa depan yang sangat visioner. Kemampuan berbahasa asing secara natural bukanlah sekadar alat bantu untuk lulus ujian atau syarat masuk universitas bergengsi saja. Bahasa adalah jembatan empati; ia adalah kunci utama yang akan membuka ribuan pintu peluang karir, persahabatan, dan pengalaman hidup bagi anak Anda di masa dewasa nanti. Jangan biarkan masa emas pertumbuhan otak mereka berlalu begitu saja tanpa stimulasi yang maksimal. Berikanlah input yang paling berkualitas, dari sumber yang paling otentik, di lingkungan yang paling suportif.

Mencari sekolah usia dini yang benar-benar berkomitmen menyediakan tenaga pengajar penutur asli yang tidak hanya fasih berbahasa tetapi juga memiliki kompetensi pedagogi yang mumpuni untuk mendidik anak balita, tentu memerlukan kejelian dari pihak orang tua. Anda harus memastikan bahwa sekolah tersebut memang menyeleksi guru-gurunya dengan standar kualifikasi pendidikan internasional yang ketat. Apabila saat ini Anda sedang dalam proses riset, ingin melihat langsung bagaimana interaksi menyenangkan antara anak-anak dan guru penutur asli di dalam ruang kelas, atau membutuhkan panduan komprehensif mengenai program bahasa unggulan, jangan sungkan untuk segera berkonsultasi dengan ahlinya. Jika Anda membutuhkan informasi pendaftaran, rincian kurikulum, atau sekadar ingin berdiskusi terkait kebutuhan pendidikan masa depan si kecil, silakan hubungi tim dari Global Sevilla. Kami dengan pintu terbuka siap menyambut Anda, memberikan sesi school tour yang berkesan, dan menjadi mitra edukasi terbaik dalam mempersiapkan anak Anda menjadi warga dunia yang percaya diri dan berwawasan luas.